Featured
Posted in Softskill

Pengantar Teknologi Sistem Cerdas

RANGKUMAN PENGANTAR TEKNOLOGI

SISTEM CERDAS

logo-53

Nama          : Meisa Puji Lestari

NPM : 16114554

Kelas : 3KA26

FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2016

Continue reading “Pengantar Teknologi Sistem Cerdas”

Advertisements
Posted in Tugas

Reproduksi Naskah

A. Resensi

  1. Pengertian Resensi

Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dan drama. Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Ada yang berpendapat bahwa minimal ada tiga jenis resensi buku.

  • Informatif, maksudnya, isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
  • Deskriptif, maksudnya, ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
  • Kritis, maksudnya, resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.

Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.

  1. Unsur-unsur Resensi

Daniel Samad (1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:

  1. Membuat judul resensi

Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.

  1. Menyusun data buku

Data buku biasanya disusun sebagai berikut:

  1. judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya.)
  2. pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku.)
  3. penerbit
  4. tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa)
  5. tebal buku
  6. harga buku (jika diperlukan).
  1. Membuat pembukaan

Pembukaan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini:

  1. memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh
  2. membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain
  3. memaparkan kekhasan atau sosok pengarang
  4. memaparkan keunikan buku
  5. merumuskan tema buku
  6. mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku
  7. mengungkapkan kesan terhadap buku
  8. memperkenalkan penerbit
  9. mengajukan pertanyaan
  10. membuka dialog.
  1. Tubuh atau isi pernyataan resensi buku

Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:

  1. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis
  2. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya
  3. keunggulan buku
  4. kelemahan buku
  5. rumusan kerangka buku
  6. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit)
  7. adanya kesalahan cetak.
  1. Penutup resensi buku

Bagian penutup, biasnya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

B. Ringkasan dan Ikhtisar

  1. Pengertian Ringkasan dan Ikhtisar

Ringkasan atau ikhtisar adalah uraian ringkas dari isi dokumen, terutama hasil penemuan dan kesimpulan tanpa mencantumkan tujuan dan metodologi penelitian. Ringkasan biasanya dimaksudkan untuk melengkapi orientasi pembaca.

Ringkasan ( Precis ) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Kata precis yang dipakai untuk pengertian ini sebenarnya berarti ‘memotong’ atau ‘memangkas’. Sebab itu membuat ringkasan atas sebuah karangan yang panjang, dapat diumpamakan sebagai memangkas sebatang pohon sehingga tinggal batang, cabang-cabang dan ranting-ranting yang terpenting beserta daun-daun yang diperlukan, sehingga tampak bahwa esensi pohon masih dipertahankan.

  1. Tujuan Membuat Ringkasan

Tujuan ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan, maka latihan-latihan untuk maksud tersebut akan membimbing dan menuntun seseorang agar dapat membenci karangan asli dengan cermat, dan bagaimana harus menulisnya kembali dengan tepat.

  1. Cara Membuat Ringkasan

Beberapa pegangan yang diperlukan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur, adalah sebagai berikut :

  1. Membaca naskah asli

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh penulis ringkasan adalah membaca naskah asli satu atau dua kali, kalau perlu diulang beberapa kali untuk mengetahui kesan umum tentang karangan itu secara menyeluruh.

  1. Mencatat gagasan utama

Seperti halnya dengan langkah pertama yang mempergunakan judul dan daftar isi sebagai pegangan, maka untuk mengadakan pencatatan gagasan utama ini judul-judul bab, judul anak bab dan alinea yang harus dijadikan sasaran pencatatan, kalau perlu gagasan bawahan alinea yang betul-brtul esensil untuk memperjelas gagasan utama tadi juga dicatat.

  1. Membuat reproduksi

Bila diantara gagasan yang telah dicatat ada yang masih kabur, maka ia dapat melihat kembali teks asalnya. Namun dalam hal-hal lain hendaknya teks asli jangan dipergunakan lagi, agar jangan tergoda menggunakan kalimat dari pengarang asli. Kalimat pengarang asli hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting karena merupakan kaidah, kesimpulan atau perumusan yang padat.

  1. Ketentuan tambahan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik, diantaranya sebagai berikut :

  • Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal dari pada kalimat majemuk.
  • Bila mungkin ringkaskanlah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.
  • Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yang akan dimasukkan ke dalam ringkasan.
  • Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang ; kadang-kadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian.
  • Pertahankan susunan gagasan asli, serta ringkaskanlah gagasan-gagasan itu dalam urutan seperti urutan naskah asli.
  • Untuk membedakan ringkasan atau sebuah tulisan biasa (bahasa tak langsung) dan sebuah pidato atau ceramah (bahasa langsung) yang mempergunakan sudut pertama tunggal atau jamak, maka ringkasan pidato atau ceramah itu harus ditulis dengan sudut pandang orang ketiga.
  • Biasanya untuk suatu ringkasan ditentukan pula panjang ringkasan finalnya.

C. Abstrak

  1. Pengertian Abstrak

Menurut Internasional Standard Organization (ISO 214-1976) definisi abstrak adalah uraian singkat tetapi akurat yang mewakili isi dokumen, tanpa tambahan interpretasi atau kritik dan tanpa melihat siapa pembuatnya.

Berdasarkan tujuan atau manfaatnya abstrak dibedakan menjadi :

  • abstrak indikatif
  • abstrak informative
  • abstrak indikatif-informatif
  • abstrak kritik
  • abstrak khusus (slanted abstracts)
  • abstrak highlight
  • abstrak statistik
  1. Peranan dan Manfaat Abstrak

Beberapa manfaat abstrak antara lain :

  • dapat menjadi petunjuk adanya literatur primer memungkinkan pembaca dapat mengetahui isi dokumen secara cepat tanpa membaca dokumen aslinya
  • menghemat waktu dalam menelusur informasi, dapat digunakan untuk menelusur surut (restropektif)
  • membantu mengatasi masalah bahasa
  • mempermudah penyebaran informasi dan dokumen aslinya

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Resensi

https://afiarini.wordpress.com/2010/04/15/reproduksi-naskah-resensi-dan-ikhtisar/

http://ezrameriyanti88.blogspot.co.id/2010/12/bab-reproduksi-naskah.html

http://www.perpusnas.go.id/magazine/abstrak-dan-pengawasan-karya-ilmiah/

Posted in Softskill

Animasi Iklan Layanan Masyarakat

Untuk melengkapi tugas 4 untuk mata kuliah Peng. Animasi dan Desain Grafis.  Berikut merupakan animasi sederhana yang kami buat secara berkelompok. Animasi ini mengambil tema yang sama seperti dalam storyboard di postingan sebelumnya. Animasi ini kami buat menggunakan Adobe Animate CC 2017 dan termasuk animasi 2D berbasis vector.

animasi

 

Posted in Softskill

Storyboard

Sejarah singkat

Storyboard pertama kali dikembangkan di Walt Disney Studio pada awal 1930-an. Disney memberikan kredit kepada Webb Smith yang mempunyai ide untuk menggambar semua scene di kertas terpisah dan menempelkannya pada papan buletin untuk menceritakan keseluruhan cerita ke dalam sequence, itulah storyboard pertama (Christopher Finch, The Art of Walt Disney, Abrams, 1973). Continue reading “Storyboard”

” Sometimes it’s easier to be mad at the people you trust. Because you know they’ll always love you, no matter what “

Tibby – The Sisterhood of the Traveling Pants

Posted in Softskill

Tujuh Langkah Proses Perbaikan

PENGENALAN DAN RUANG LINGKUP

Proses tujuh langkah perbaikan tersebut adalah proses tunggal dalam bagian perbaikan terus-menerus Layanan siklus hidup. Namun, ini menawarkan cara yang berulang dan efektif untuk mengidentifikasi dan menerapkan perbaikan untuk setiap aspek penyediaan pelayanan dalam setiap bagian dari siklus hidup layanan. Ini didasarkan pada siklus ‘Plan-Do-Check-tindakan’ perbaikan yang diusulkan oleh W. Edwards Deming dan juga menunjukkan bagaimana siklus cocok ke dalam struktur data-to-information-to-knowledge-to-wisdom manajemen pengetahuan.

Continue reading “Tujuh Langkah Proses Perbaikan”